Pewarta : A Y Saputra.
Kota Banjar – Ratusan warga Desa Merayungsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Rabu (5/8/2026). Massa mendesak agar pembangunan Apur Lama, yang dinilai menjadi solusi utama penanganan banjir di wilayah tersebut, segera direalisasikan setelah bertahun – tahun tertunda akibat persoalan pembebasan lahan.
Dalam aksi tersebut, warga menilai keterlambatan proyek telah memperpanjang penderitaan masyarakat yang setiap musim hujan terdampak banjir. Mereka meminta BBWS mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan hambatan yang menghalangi pelaksanaan pembangunan.
Koordinator aksi, Dimyati, mengatakan proses pembahasan persoalan lahan telah beberapa kali dilakukan bersama tim BBWS, pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta ketua RT dan RW. Berdasarkan hasil pendataan, terdapat 17 bidang lahan yang menjadi kendala karena status kepemilikannya dinilai belum jelas dan diduga merupakan tanah negara.
Menurutnya, sebanyak 11 pemilik lahan telah menyatakan kesediaan menandatangani surat pelepasan hak tanpa meminta kompensasi. Namun, enam pemilik lainnya hingga kini belum memberikan persetujuan meski telah ditawarkan mekanisme ganti rugi.
“Kami berharap kepentingan masyarakat luas menjadi prioritas. Jangan sampai pembangunan yang sangat dibutuhkan warga terus tertunda karena belum tercapainya kesepakatan dengan sebagian kecil pemilik lahan,” kata Dimyati dalam orasinya.
Ia mengungkapkan persoalan tersebut juga pernah dimusyawarahkan dengan melibatkan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran. Namun hingga kini belum menghasilkan kesepakatan yang dapat membuka jalan bagi dimulainya proyek.
Warga meminta BBWS mengambil keputusan yang memberikan kepastian terhadap kelanjutan pembangunan. Mereka menilai proyek Apur Lama memiliki nilai strategis karena berfungsi mengurangi risiko banjir yang selama ini mengancam permukiman dan lahan pertanian warga.
Menanggapi aspirasi tersebut, perwakilan BBWS menyatakan akan mempertemukan warga dengan pimpinan instansi yang dijadwalkan turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi di lapangan dan membahas penyelesaian persoalan.
Warga menegaskan akan terus mengawal realisasi pembangunan Apur Lama. Apabila belum ada keputusan yang memberikan kepastian, mereka berencana menyampaikan aspirasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air agar proyek tersebut segera mendapat penyelesaian.
Pembangunan Apur Lama selama ini menjadi salah satu harapan masyarakat Desa Merayungsari untuk mengurangi dampak banjir yang rutin terjadi setiap musim penghujan.













