Pewarta : Gervan
Kab. Sumedang – Gunung Tampomas bukan sekadar bentang alam bagi masyarakat Sumedang. Kawasan tersebut memiliki nilai lingkungan, sosial, dan historis yang selama ini menjadi perhatian warga.
Ketika rencana pengembangan proyek geothermal mencuat, berbagai aspirasi penolakan muncul dari masyarakat dan organisasi lingkungan. Suara tersebut kemudian mendapat pengawalan melalui jalur perjuangan politik, baik di tingkat Kabupaten Sumedang maupun di tingkat nasional.
Di daerah, H. Acep Hidayat Komarudin, A.Md, Anggota DPRD Kabupaten Sumedang dari Fraksi PKS, terus mengawal aspirasi masyarakat yang menyatakan penolakan terhadap rencana geothermal Gunung Tampomas.
Sementara itu, di tingkat pusat, Ir. H. Ateng Sutisna, MBA, atau yang akrab disapa Pak Haji Ateng, Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, turut memperjuangkan persoalan tersebut melalui kewenangannya sebagai wakil rakyat di Senayan.
Perjuangan dari dua jalur berbeda itu kini membuahkan hasil. Proyek geothermal Gunung Tampomas resmi dibatalkan.
Bagi H. Acep, momentum tersebut menunjukkan pentingnya sinergi perjuangan antara wakil rakyat di daerah dan pusat.
“Kami bersyukur perjuangan masyarakat mendapat hasil yang baik. Selama ini kami mengawal aspirasi warga di Kabupaten Sumedang, sementara Pak Haji Ateng memperjuangkannya di tingkat DPR RI. Ketika perjuangan dilakukan bersama dan konsisten, insyaallah aspirasi rakyat bisa mendapatkan perhatian,” ungkap H. Acep saat dijumpai, Selasa (08/09).
Ia menegaskan bahwa wakil rakyat harus hadir ketika masyarakat menyampaikan persoalan yang menyangkut kepentingan banyak orang.
“Kami tidak boleh hanya mendengar aspirasi masyarakat, tetapi harus ikut memperjuangkannya. Apa yang terjadi pada persoalan geothermal Tampomas menjadi pelajaran bahwa suara rakyat harus menjadi bagian penting dalam setiap kebijakan pembangunan,” katanya.
H. Acep berharap pembatalan proyek tersebut menjadi awal untuk terus menjaga kelestarian Gunung Tampomas sekaligus mendorong pembangunan Sumedang yang tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan lingkungan.













