Pewarta : Ida
Kota Bandung — Masa tua tidak selalu identik dengan kesepian dan berdiam diri di rumah. Di Komplek Singgasana Pradana, Kota Bandung, para lanjut usia justru rutin berkumpul untuk menjaga kebugaran, bersosialisasi, sekaligus menghidupkan kembali kenangan masa lalu.
Setiap dua pekan sekali, Taman Lansia di Jalan Kutamangu berubah menjadi ruang pertemuan warga senior. Sejak pukul 07.00 WIB, sekitar 150 hingga 200 lansia memadati area terbuka tersebut.
Kegiatan yang digagas Divisi Sosial Pelana (Persatuan Lansia Singgasana) di bawah Paguyuban Ikatan Warga Singgasana (Ika Warna) itu menjadi wadah bagi para lansia untuk tetap aktif secara fisik maupun sosial.
Ketua Paguyuban Ika Warna, Erwin Chandra, mengatakan kegiatan tersebut berawal dari keprihatinan warga terhadap banyaknya lansia yang minim aktivitas dan interaksi sosial.
“Daripada lansia ini hanya berdiam diri di rumah dan tidak ada sosialisasi, lebih baik berkumpul. Mereka bisa mengobrol dan saling kenal. Bahkan ada yang sampai bertemu kembali dengan teman sekolahnya dulu,” ujar Erwin.
Menurutnya, kegiatan tersebut pada awalnya hanya berupa ajakan sederhana kepada warga untuk berjemur bersama. Namun, antusiasme peserta terus meningkat hingga berkembang menjadi agenda rutin.
Pesertanya kini tidak hanya berasal dari lingkungan Singgasana. Warga senior dari kawasan sekitar, termasuk Mekarwangi, turut bergabung. Bahkan lansia yang menggunakan kursi roda ikut berbaur dalam kegiatan.
Olahraga hingga Pemeriksaan Kesehatan
Suasana semakin semarak ketika musik mulai diputar. Para lansia mengikuti olahraga Zumba dan Line Dance yang dipandu instruktur.
Setelah berolahraga, peserta juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Pemeriksaan meliputi kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol.
Panitia juga menyediakan konsultasi kesehatan bersama dokter spesialis penyakit dalam melalui kerja sama dengan rumah sakit swasta rekanan.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut diberikan tanpa biaya kepada peserta.
“Semuanya free. Peserta cukup bawa badan saja ke sini untuk bersosialisasi,” kata Erwin.
Tidak hanya aktivitas fisik dan layanan kesehatan, panitia juga menyiapkan konsumsi bagi peserta. Hidangan hangat berupa wedang jahe serta sekitar 200 porsi sup bergizi dibagikan melalui dukungan donatur dan sponsor lokal.
Bagi para peserta, kegiatan ini bukan sekadar olahraga atau pemeriksaan kesehatan. Taman tersebut menjadi ruang untuk bertemu, berbincang, tertawa, dan menjaga hubungan sosial di tengah usia yang terus bertambah.
Kebersamaan yang terbangun menunjukkan bahwa memasuki usia lanjut bukan berarti harus berhenti beraktivitas. Dengan ruang yang tepat, para lansia tetap dapat bergerak, bersosialisasi, menjaga kesehatan, sekaligus menikmati masa tua dengan lebih bahagia.











