Pewarta : Ida
Kota Bandung — Pemerintah Kota Bandung masih menutup sementara kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Ir. H. Juanda (Dago) dan Buahbatu. Evaluasi dilakukan menyusul persoalan tata kelola anggaran yang ditemukan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan Pemkot Bandung tengah membenahi sistem pengelolaan anggaran dan mekanisme pelaksanaan CFD sebelum kegiatan kembali digelar.
Di tengah proses evaluasi, Pemkot juga mempertimbangkan Alun – alun Bandung sebagai lokasi alternatif CFD.
Farhan mengatakan dirinya memiliki harapan yang sama dengan masyarakat agar CFD segera kembali berjalan. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang olahraga dan interaksi warga, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Saya juga ingin CFD segera dilaksanakan kembali. Insyaallah, karena itu sangat membantu perekonomian rakyat, baik di Buahbatu maupun Dago,” kata Farhan di Lapangan Puter, akhir pekan lalu.
Menurut Farhan, CFD selama ini menjadi ruang aktivitas bagi pelaku usaha kecil, pedagang kaki lima, komunitas, serta masyarakat yang ingin berolahraga dan berinteraksi di ruang publik.
Aktivitas tersebut juga menciptakan perputaran ekonomi lokal yang cukup signifikan. Karena itu, penghentian CFD bukan berarti Pemkot Bandung menilai kegiatan tersebut tidak bermanfaat.
Sebaliknya, penghentian sementara dilakukan untuk memastikan pelaksanaan CFD ke depan berjalan lebih tertib, transparan, dan sesuai aturan.
Berawal dari Temuan BPK
Farhan menjelaskan, evaluasi dilakukan sebagai tindak lanjut atas temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pengelolaan anggaran pelaksanaan CFD.
Persoalan tersebut berkaitan dengan pengelolaan anggaran di lingkungan Dinas Perhubungan Kota Bandung.
“Yang saya salahkan itu Dishub. Sesuai dengan temuan BPK, yang disalahkan itu Dishub. Dishub tidak melakukan pengelolaan anggaran dengan baik, sehingga memberikan honor langsung kepada pihak-pihak yang tidak menandatangani kontrak atau bukan ASN,” ujarnya.
Pemkot Bandung, kata Farhan, tidak ingin persoalan administrasi maupun penggunaan anggaran tersebut terus berulang tanpa penyelesaian yang jelas.
Karena itu, tata kelola anggaran dan mekanisme pelaksanaan CFD akan ditata ulang sebelum kegiatan kembali dibuka.
Pembenahan tersebut menjadi bagian penting agar CFD tidak hanya memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga memiliki sistem pengelolaan yang akuntabel.
Pemkot Bandung berharap setelah proses evaluasi dan pembenahan selesai, kegiatan CFD dapat kembali menjadi ruang publik yang aman, tertib, dan memberikan manfaat bagi warga sekaligus pelaku ekonomi lokal.











