Ragam

Warung Tanpa Harga di Sukmajaya: 300 Porsi Cinta Tiap Hari Untuk Warga Depok

adminsigiku.com
×

Warung Tanpa Harga di Sukmajaya: 300 Porsi Cinta Tiap Hari Untuk Warga Depok

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Anis

Kota Depok –Jika makan siang biasanya soal membayar, di sini aturannya beda. Di sebuah warung sederhana di Jalan Raya Jakarta-Bogor KM 34 No. 37 Sukmajaya, makan siang tidak dibayar dengan uang, tapi dengan doa.

Selasa (22/09/26) siang, antrean tampak panjang mengular. Ratusan orang berdiri sabar. Ada bapak-bapak ojek online dengan jaket pudar, ada ibu-ibu paruh baya, ada pekerja bangunan, hingga mahasiswa. Semua melebur jadi satu di Warung Makan Gratis Kota Depok.

Begitu masuk, mereka disambut senyum ramah relawan. Di meja prasmanan, aroma masakan rumahan menyeruak. Nasi pulen yang masih mengepul, terong balado pedas manis, telur balut bumbu, tahu goreng, tumis kacang panjang segar, kerupuk, dan segelas es teh. Menu yang mungkin terlihat biasa, tapi diracik dengan cinta luar biasa.

Di balik piring-piring penuh berkah itu, ada nama Humairoh Aziz Alkatiri. Perempuan inspiratif di balik Yayasan Sahabat Almira Indonesia. Tanpa publikasi berlebihan, ia telah menggerakkan dapur kebaikan yang setiap harinya menghidangkan lebih dari 300 porsi.

Jadwalnya konsisten: pukul 12.30 WIB setiap hari, dan pukul 13.00 WIB di hari Jumat yang penuh berkah. Tidak ada kriteria miskin atau kaya. Prinsipnya satu: siapa lapar, silakan makan.

Apa kata publik Depok? Hanya ada rasa terima kasih yang tulus.

“Alhamdulillah, sangat membantu kami di jalan. Rasanya seperti makan di rumah sendiri. Semoga Ibu Humairoh dan timnya selalu sehat,” tutur Andri, driver ojol.

Program ini adalah pengingat bahwa Depok adalah kota yang welas asih. Di tengah hiruk pikuk kota metropolitan, masih ada sudut yang mengajarkan kita tentang berbagi tanpa pamrih.

Gerakan ini terbuka untuk siapa saja yang ingin menjadi perpanjangan tangan kebaikan. Anda bisa ikut bersedekah pangan melalui akun resmi Instagram @sahabatalmiraindonesia dan TikTok @humairohazizalkatiri.

Di warung ini, yang kenyang bukan hanya perut, tapi juga hati.