Peristiwa

Dadan Warga Pawenang, Jadi Korban Raibnya Uang Transfer Via Western Union di Kantor Pos Bojong

adminsigiku.com
×

Dadan Warga Pawenang, Jadi Korban Raibnya Uang Transfer Via Western Union di Kantor Pos Bojong

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Dede MR

Koran SINAR PAGI, Kab.Purwakarta,- Modus dugaan penipuan kian marak terjadi menimpa warga/nasabah yang akan mengambil uang transfer melalui Western Union di Unit Cabang Kantor Pos di Wilayah Kabupaten Purwakarta. Salah satu korban adalah Dadan Jamhuri Warga Kampung Madurasa Rt 006/002 Desa Pawenang Kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta Jabar.

Dadan saat ditemui Awak Media Kamis (5/03/20) di rumahnya Desa Pawenang menuturkan bahwa tanggal 24 Februari 2020, saya datang ke Kantor Pos Kecamatan Bojong-Purwakarta untuk mengambil uang tranfer dari Ibu Suryati Binti Sahudin Emid Arab Saudi melalui Western Union Branc/Name Code:284-Khamis Mushait Brenck-284 yang bisa di ambil di Kantor Pos Kecamatan Bojong.

Menurut Dadan, saya sampai di Ruangan Kantor Pos Kecamatan Bojong sekira jam 10:42 WIB lebih dan langsung menghampiri Petugas Kantor Pos memberikan code pin pengambilan uang dan poto copy KTP. Setelah itu, saya duduk di kursi ruang tunggu sambil operasikan Handphone dan Chat WhatsApp dengan ibu saya (red-Suryati, Ibu Kandung Korban Dadan) hingga jam 12.33 WIB menanyakan berapa nominal rupiah yang akan diterima,” ujar Dadan.

Namun, selang beberapa menit saat menunggu Jam 11:30 WIB lebih saya mendapat info dari petugas Kantor Pos Kecamatan Bojong bahwa uangnya itu sudah ada yang mengambil di Kantor Pos Darangdan-Purwakarta. Mendengar keterangan dari Pegawai Kantor Pos Kecamatan Bojong bahwa uang itu sudah ada yang mengambil lewat Kantor Pos Kecamatan Darangdan atas nama yang sama, saya pun spontan kaget dan bergegas pergi ke Kantor Pos Kecamatan Darangdan untuk mengetahui kebenaran atas keterangan pegawai Kantor Pos Kecamatan Bojong tersebut.

Setelah sampai di Kantor Pos Darangdan, saya langsung masuk ruangan dan menanyakan ke Petugas Pos, benarkah uang transfer dari Ibu Suryati sudah ada yang mengambil di Kantor Pos Kecamatan Darangdan. Saat itu Petugas Pos Darangdan mengiyakan dan memperlihatkan bukti resi pengambilan uang tersebut,”ungkap Dadan.

Masih kata Dadan, bukti resi pengambilan itu pun saya lihat dan seketika kaget dan terdapat kejanggalan adanya manipulasi data. Kejanggalan itu diantaranya Nama Lengkap dan Alamat Domisili persis sama. Namun, poto dan tanda tangan berbeda. Saya pun semakin heran dan penasaran, lalu bertanya ke Petugas Kantor Pos apakah disini dipasang CCTV. Petugas Kantor Pos menjawab bahwa CCTV di Kantor Pos ini rusak sudah lebih dari 4 bulan ini. Setelah diketahui info seperti itu, saya pun dengan hati gondok segera pulang ke rumah,”ungkap Dadan.

Sementara itu, Ketua Forkowap H.Jenal Aripin menanggapi serius adanya dugaan penipuan manipulasi data pengambilan uang transfer via Western Union yang dialami korban Dadan nasabah Kantor Pos di Purwakarta.

Menurut H.Jenal, jika diamati, selain dalam proses pengambilan uang transfer Western Union yang notabene terdapat adanya kejanggalan tidak samanya poto dan tanda tangan dengan pemilik asli KTP atas nama Dadan. Juga, terdapat kejanggalan lain, yakni sesuai data yang ada di pihak korban Dadan, yakni pengambilan uang transfer di Kantor Pos Darangdan itu jam 11.27:57 WIB. Sedangkan Petugas Kantor Pos Bojong saat memberitahukan info kepada Dadan bahwa uang transferan itu sudah ada yang mengambil di Kantor Pos Darangdan yakni sekira jam 11.30 WIB. Nah, dari waktu pengambilan saja jelas ada kejanggalan. Apalagi, menurut pengakuan Dadan, bahwa saat itu Petugas Kantor Pos Bojong dengan Petugas Kantor Pos Darangdan saling berbagi informasi, bahkan mereka melakukan kontak video call langsung dan itu diperlihatkan kepada korban Dadan,” tegas H.Jenal.

Atas terjadinya modus penipuan yang menimpa korban Dadan selaku nasabah Kantor Pos Bojong dan Darangdan, tentu harus mendapat perhatian serius Pihak Penegak Hukum di Purwakarta dan segera melakukan penyelidikan lebih luas,” tegasnya.

Dengan terbitnya berita ini, awak media belum sempat melakukan konfirmasi ke Petugas Kantor Pos di Purwakarta.