Pewarta : Tono Efendi
Koran SINAR PAGI, Kota Tasikmalaya,- Tak seperti biasa, bau menyengat dari tumpukan sampah yang berada diatas puluhan armada di lingkungan perkantoran Balewiwitan, pada Kamis (18/01/2024) pagi menganggu pernafasan para ASN yang berkantor di Dinas PUTR, Dinas Perwaskim dan Dinas Lingkungan Hidup.
Selidik punya selidik ternyata disekitaran kantor Balewiwitan khususnya di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya, puluhan truck armada berjejer dengan muatan tumpukan sampah yang menimbulkan bau tak sedap.
Dari keterangan para pekerja armada Sampah Dinas LH menuturkan, hari ini Kamis (18/01/2024) pagi, sekitar 36 Armada Sampah Mogok kerja, pasalnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah terdapat gundukan ton sampah yang menutupi akses armada untuk masuk ke TPA Ciangir.
“Disamping akses masuk armada tertutup gundukan sampah, juga dua alat berat Bekho yang biasa mengeruk tumpukan sampah kini mengalami kerusakan. Jadi sampah sampah yang menumpuk tidak bisa di keruk dan dialihkan ke tempat lain,” ucap Asep yang Mandor dibagian sampah Dinas LH Kota Tasikmalaya, saat dimintai komentarnya oleh Koran Sinar Pagi.
Menurut Asep, beberapa truck armada Sampah saat ini di parkiran sementara di halaman kantor Dinas LH dan seputaran komplek balewiwitan, termasuk ada juga sebagian armada truck yang diparkirkan di luar area TPA Ciangir.
Asep menjelaskan, akibat dua alat berat Bekho yang macet, sekitar 46 karyawan pengangkut sampah di istirahatkan sementara di rumahkan sambil menunggu kabar terbaru jika dua alat Bekho di TPA Sudah kembali normal dan satu unit alat berat yang disewa dalam perjalanan menuju TPA Ciangir.
Bahkan dirinya sempat mengeluhkan, bukan kali ini saja alat berat atau armada Sampah Mogok. Hal ini disebabkan, masih kata Asep, akibat anggaran pemeliharaan untuk armada dan alat berat sangat minim.
“Untuk biaya pemeliharaan alat berat termasuk armada Sampah dalam 1 tahun, Pemkot Tasikmalaya hanya menganggarkan Rp.900 juta pertahun. Padahal dalam setahun untuk 1 armada truk dibutuhkan 7 ban dalam setahun, ini setahun hanya 4 ban. Belum lagi pemeliharaan alat alat karoseri yang sudah rusak termasuk oli mesin saja sampai saat ini sudah 4 bulan belum ada anggaran pemeliharaan,” Keluh Asep.
Bahkan tidak jarang para sopir armada kadang merogok kocek uang sendiri hingga 4 sampai 5 juta dalam setahun hanya untuk memperbaiki mesin yang rusak, mengganti ban hingga dan memelihara alat lainnya termasuk mengganti oli, walaupun pengeluaran pribadi ini tidak bisa di klaim atau tidak ada penggantian baik dari Dinas LH maupun CV.
Sementara itu, Feri Arif Maulana Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya kepada Koran Sinar Pagi, membantah jika beberapa armada yang disebutkan tadi mogok.
“Bukannya mogok, ini hanya sementara saja sambil menunggu maintenance alat berat yang berada di TPA Ciangir sedang dalam perbaikan. Inshaa Alloh siang ini beres dan tumpukan sampah yang menghalangi akses masuk bisa kembali di angkut dan dipindahkan kembali ke tempat lain yang masih luas di TPA Ciangir,” terang Kabid Feri disela sela acara pembinaan kepada 85 Srikandi sampah di Aula Kantor Dinas LH Kota Tasikmalaya.
Bahkan Kabid Feri saat ini sedang menyewa alat berat Bekho lainnya untuk mempercepat proses pemindahan tumpukan sampah yang menghalangi akses di TPA Ciangir.
“Siang atau sore ini dijamin kembali kondusif dan armada truk sampah bisa kembali normal mengangkut dan membuang sampah ke TPA Ciangir,” ujarnya.
Ketika didesak wartawan terkait beberapa kendala yang selalu di hadapi permasalahan biaya pemeliharaan yang minim. Dirinya tidak membantah, karena situasi dan kondisional anggaran Kota Tasik dalam beberapa tahun terakhir ini sedang tidak baik baik saja alias defisit.
“Sejatinya untuk anggaran pemeliharaan di Dinas LH Kota Tasikmalaya agar permasalahan permasalahan klasik seperti tadi tidak terjadi kembali dan rasanya khusus untuk biaya pemeliharaan perlu mendapat dukungan anggaran yang sewajarnya sekitar 3 sampai 4 Milyar pertahun untuk Dinas LH Kota Tasikmalaya,. Inshaa Alloh jika anggaran pemeliharaan seperti ini tidak akan lagi timbul serta keluhan dari karyawan baik logistik armada Sampah hingga kebutuhan pemeliharaan lainnya. Saya juga merasa prihatin mendengar keluhan jika ada beberapa driver armada harus mengeluarkan uang pribadi untuk mengganti alat mesin hingga mengganti ban, ” pungkasnya.
