Politik & Pemerintahan

Aksi Bentang Spanduk Mulai Menggema, PADI Desak Walikota Tasik di Makjulkan Diganti Diky Candra

adminsigiku.com
×

Aksi Bentang Spanduk Mulai Menggema, PADI Desak Walikota Tasik di Makjulkan Diganti Diky Candra

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Tono Efendi

Koran SINAR PAGI, Kota Tasikmalaya,- Tuntutan untuk Menurunkan Walikota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan kini semakin menggema. Aksi bentuk kekecewaan terhadap kepemimpinan Walikota Viman di 100 hari kerja yang dinilai sejumlah pihak belum memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, ternyata mengundang aksi dari berbagai elemen mulai dari rakyat, mahasiswa, Ormas dan LSM.

Rabu (4/6/2025) siang tadi, LSM PADI (Peradaban Demokrasi Indonesia) Tasikmalaya menggelar aksi kritik terhadap 100 hari kerja Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, dengan membentangkan spanduk di depan Gedung Balai Kota Tasikmalaya dan Gedung DPRD Kota Tasikmalaya.

Menurut Ketua LSM PADI, Iwan Restiawan mengatakan, hingga saat ini Viman hanya melanjutkan program-program dari pemerintahan sebelumnya tanpa inovasi baru yang signifikan.

“Ini tanggung jawab penuh Wali Kota Viman. Namun selama 100 hari ini kami menilai beliau gagal total, terutama dalam hal penanggulangan kemiskinan,” ungkap Iwan Restiawan.

Aktivis yang dikenal vokal setiap aksi demo nya itu menyebutkan bahwa terdapat sekitar 70.000 warga Tasikmalaya atau sekitar 11 % dari jumlah penduduk warga Kota Tasikmalaya yang masuk dalam kategori miskin, namun tidak terlihat langkah konkret dari Pemkot dalam menanganinya.

“Pertanyaannya, Viman mau membawa masyarakat Tasikmalaya ke arah mana? Apa kebijakan nyata yang sudah dirasakan oleh rakyat, non sen hanya omon OMON saja, ?” Tegas Aktivis berewok ini dengan nada berapi api.

Bahkan Iwan juga menyoroti sikap Wali Kota Viman yang dinilai menutup diri terhadap kritik dari publik.

“Ketika masyarakat hendak menyampaikan aspirasi, mereka hanya diperbolehkan berada di luar pagar gedung Balai Kota. Ini menunjukkan sikap eksklusif dan tidak inklusif. Apakah pemerintahan ini hanya milik pribadi?” Imbuhnya kepada wartawan termasuk Koran Sinar Pagi.

Selain itu, PADI juga mempertanyakan kapasitas intelektual Viman sebagai kepala daerah. Mereka menilai kemenangan Viman di Pilkada lebih disebabkan oleh kekuatan finansial, bukan karena gagasan atau kedekatan dengan rakyat.

Dalam aksi tersebut, terlihat spanduk bertuliskan “Makjulkan Wali Kota Tasikmalaya, Gantikan dengan Wakilnya”. Mereka mendorong agar Wakil Wali Kota, Diky Candra, mengambil alih kepemimpinan.

“Diky Candra dikenal memiliki pendekatan humanis dan kepedulian sosial yang tinggi. Ia dekat dengan masyarakat dan memiliki rekam jejak yang lebih baik dalam menyelesaikan persoalan kota,” jelasnya.

PADI menegaskan bahwa mereka tidak akan berhenti menyuarakan aspirasi hingga perubahan kepemimpinan di Kota Tasikmalaya benar-benar terjadi.

“Suara-suara dari internal partai pendukung pun mulai terdengar sumbang. Banyak yang mengeluh karena sulit memberikan masukan masukan dan saran kepada Viman,” ucapnya.

Usai aksi di Balekota, LSM PADI melanjutkan aksinya sambil membentangkan spanduk di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya.