Pewarta : A Y Saputra
Kota Banjar – Kasus keracunan massal akibat konsumsi makanan berasal dari MBG kembali terjadi. Kali ini, giliran Kota Banjar, Jawa Barat, yang diguncang peristiwa serupa.Rabu (1/10/2025)
Dr Ika Rika Rohantika kabid P2P Dinas Kesehatan Kota Banjar saat diwawancarai awak media mengatakan Catatan sementara 38 orang siswa menjadi korban dari kelas 7 hingga kelas 9 Angka ini diperkirakan masih akan bertambah karena proses observasi dan evakuasi masih berlangsung.
“Para korban dilarikan ke RSUD Kota Banjar dan Rumah Sakit Banjar Patroman untuk mendapatkan penanganan medis. Sebagian sudah diperbolehkan pulang, sementara yang masih mengalami keluhan berat dirujuk untuk perawatan lebih lanjut” Ucapnya.
Dr Ika lebih lanjut mengatakan korban umumnya mengeluhkan sakit perut, mual, hingga muntah.
“Yang penting evakuasi dulu orangnya, selamatkan dulu pasiennya. Untuk sampel penyebab nanti ada yang meneliti,” ujarnya
Ia menambahkan, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Sampel makanan sudah diambil, tetapi hasil laboratorium belum keluar.
“Sampelnya memang sudah diambil, tapi dari apanya kita belum tahu. Kita fokus dulu menyelamatkan pasien,” jelasnya.
Hingga siang hari, tim medis masih melakukan observasi di dua ruangan terpisah. Pasien yang mengalami keluhan berlanjut segera dirujuk, sementara yang kondisinya stabil diperbolehkan pulang.
“Diprediksi bisa saja ada penambahan korban, kita tidak tahu pasti. Karena ada yang awalnya merasa baik-baik saja, namun keluhan muncul setelah sampai rumah,” tutur Ika.
Dari hasil pantauan awal, jumlah pasien di RSUD Banjar sempat mencapai 18 orang, sedangkan di RS PMC sudah menembus 20 lebih.namun masih terus bertambah, Korban merupakan pelajar kelas 7, 8, dan 9. “Semua kelas terkena, jadi sifatnya acak,” ungkapnya
Meski kasus keracunan kembali terjadi, belum ada keputusan resmi mengenai penghentian distribusi atau konsumsi produk MBG di Banjar. Dr. Ika menegaskan, kewenangan tersebut berada di luar tugasnya.
“Masalah MBG berhenti atau tidak itu bukan kapasitas kami. Tugas saya hanya menolong yang sakit, mengevakuasi, dan merujuk ke rumah sakit,” tandasnya.













