Hukum & Kriminal

Mengaku Sakit Hati, Wawan Tega Habisi Nyawa Seorang Wanita Paruh Baya

adminsigiku.com
×

Mengaku Sakit Hati, Wawan Tega Habisi Nyawa Seorang Wanita Paruh Baya

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Wahyu

Kota Cimahi – Didasari oleh rasa sakit hati yang dipendam lama, Wawan Sumpena (34), pria yang sehari-hari dikenal pendiam di lingkungannya, tersebut tega melakukan pembunuhan sadis terhadap Tati Kurniati (56), warga Kampung Lembur Sawah RT 04/16, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Senin, 20 Oktober 2025 lalu.

hal tersebut diungkapkan Kapolres Cimahi, AKBP Niko Nurallah Adi Putra saat menggelar konferensi Pers, Selasa (28/10/20250. “Kami dari jajaran Satreskrim Polres Cimahi, dibantu Polda Jabar dan Polsek Cimahi Selatan, berhasil menangkap pelaku di sebuah hotel di wilayah Cimahi pada Sabtu, 25 Oktober 2025, dini hari,” kata Niko.

diungkapkan bahwa penangkapan terhadap pelaku dilakukan setelah pihaknya menerima laporan penemuan jasad Tati Kurniati pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 WIB dirumah sekaligus tempat usaha rental PlayStation milik korban.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Polisi menemukan sejumlah barang yang hilang dan dugaan kuat bahwa pelaku mengenal korban dengan baik.

“Dalam waktu kurang dari tujuh hari, Satreskrim Polres Cimahi berhasil mengungkap kasus ini dan mengamankan tersangka berikut barang bukti,” ujar Niko.

Ia menambahkan bahwa ketika hendak ditangkap, pelaku sempat melawan hingga akhirnya dilumpuhkan dengan tembakan di bagian kaki.

“Pelaku sempat berniat melarikan diri ke luar kota, namun kami berhasil mencegatnya sebelum itu terjadi,” tambahnya.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa motif utama pelaku adalah sakit hati yang berujung pada tindakan keji disertai pencurian.

“Barang-barang milik korban seperti perhiasan dan uang tunai telah kami amankan dari tangan pelaku. Atas perbuatannya, tersangka WS disangkakan Pasal 338 dan Pasal 365 Ayat 3 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun,” tegas Niko.

Pelaku mengaku sakit hati akibat ucapan korban yang dianggapnya sangat merendahkan dirinya.

“Kemarin mertua saya sakit, dia bilang, ‘Naha mitoha teu cageur-cageur, angguran mah geura paéh (kenapa mertua nggak sembuh-sembuh, mending segera mati aja),” tutur pelaku Wawan.

Ucapan itu, membuat Wawan kehilangan kendali. Saat korban lengah, ia mengambil palu dari rumah korban dan memukul bagian belakang kepala Tati hingga korban tersungkur tak berdaya.

“Lalu saya cekik karena takut dia teriak,” ujarnya lirih di hadapan penyidik.

Setelah memastikan korban tidak bergerak, Wawan mengambil sejumlah barang berharga milik Tati.

“Pas mau matikan HP korban, disebelahnya ada kotak perhiasan. Akhirnya isinya saya ambil. Di bajunya juga ada uang, saya ambil juga,” ucapnya tanpa ekspresi.