Pewarta : Fitri
Kabupaten Garut — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Garut turut ambil bagian dalam mendukung kelancaran arus mudik Lebaran melalui kehadiran di sejumlah Pos Operasi Ketupat Lodaya 2026. PMI menyiagakan puluhan personel serta armada ambulans untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pertolongan pertama bagi para pemudik.
Kepala Markas PMI Kabupaten Garut, Ade Koswara, mengatakan kehadiran PMI merupakan bentuk kerja sama dengan berbagai pihak, seperti kepolisian dan Dinas Perhubungan, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selama masa mudik Lebaran.
“Alhamdulillah PMI Kabupaten Garut bisa bekerja sama dengan kepolisian, dinas perhubungan, dan pihak lainnya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama mereka yang sedang mudik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, PMI Garut menyiapkan sebanyak 37 personel yang disebar di beberapa titik pos pelayanan. Empat personel bertugas setiap hari di posko utama yang berada di Markas PMI.
Sementara delapan personel ditempatkan di Pos 1 Ibrahim Adjie di kawasan perempatan jalan, serta delapan personel lainnya disiagakan di Pos Alun-alun Limbangan atau Garut Trade Center (GTC).
Sebelum diterjunkan ke lapangan, para relawan PMI terlebih dahulu mengikuti pelatihan penyegaran materi pertolongan pertama dan penanganan ambulans. Pelatihan ini dilakukan untuk memastikan seluruh personel siap memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat.
“Kemudian mereka dipersiapkan sebelumnya melalui pelatihan-pelatihan dulu. Mengingatkan kembali materi yang sudah diberikan, takutnya lupa mereka. Sehingga dilaksanakan refresh pertolongan pertama dan ambulans,” kata Ade.
Selain menyiapkan personel, PMI Garut juga menyiagakan dua unit ambulans serta kendaraan pendukung lainnya yang dapat digunakan sewaktu-waktu apabila dibutuhkan oleh masyarakat melalui pemerintah, kepolisian, maupun instansi terkait.
PMI juga mengimbau para pemudik agar tidak memaksakan diri saat berkendara, terutama jika merasa lelah atau mengantuk. Pemudik disarankan untuk beristirahat di rest area yang tersedia serta memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang disediakan.
“Dengan kehadiran kami di tempat arus mudik, rest area, silakan kalau sekiranya lelah bertirahat dulu. Kalau kebetulan ada PMI di sana, silakan untuk cek kesehatannya. Jangan dipaksakan, terutama pengemudi kalau ngantuk,” jelasnya.
Selain memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, PMI juga siap menangani situasi darurat, termasuk mengevakuasi korban kecelakaan lalu lintas dari lokasi kejadian menuju rumah sakit.
Ade menambahkan, selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026, kegiatan PMI di lapangan juga akan dimonitor langsung oleh jajaran pengurus PMI Provinsi Jawa Barat guna memastikan pelayanan berjalan optimal bagi masyarakat.













