Pewarta : Arief
Jakarta – Kelurahan Sukabumi Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, terus mengintensifkan edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat sebagai upaya mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Jalan Muhajar RT 011 RW 02, warga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah rumah tangga sejak dari sumbernya menjadi tiga kategori, yakni organik, anorganik, dan residu.
Lurah Sukabumi Selatan, Anjas Umaryadi, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi membangun kesadaran masyarakat sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
“Pemilahan sampah dari rumah menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi timbulan sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir. Selain menjaga kebersihan lingkungan, sampah yang dipilah juga memiliki potensi nilai ekonomis,” ujar Anjas.
Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah di tengah keterbatasan kapasitas TPST Bantargebang. Karena itu, edukasi dan perubahan perilaku warga terus didorong agar pengurangan sampah dapat dimulai dari tingkat rumah tangga.
Program ini diharapkan mampu memperkuat budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

