Ragam

Kunjungan Wisata Bandung Barat Tembus 83 Ribu Orang, Disparbud Dorong Pemerataan Destinasi di Luar Lembang

adminsigiku.com
×

Kunjungan Wisata Bandung Barat Tembus 83 Ribu Orang, Disparbud Dorong Pemerataan Destinasi di Luar Lembang

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Lina SC

Kab Bandung Barat – Daya tarik sektor pariwisata Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih menunjukkan tren positif. Sepanjang Mei 2026, jumlah kunjungan wisatawan tercatat mencapai 83.014 orang, dengan kawasan utara yang meliputi Lembang, Parongpong, dan Cisarua masih menjadi pusat konsentrasi kunjungan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat, Asep Dendih, mengatakan angka tersebut merupakan hasil rekapitulasi dari 15 objek wisata yang tersebar di wilayah KBB. Bahkan, pada puncak kunjungan dalam satu hari, jumlah wisatawan tercatat mencapai 23.219 orang.

“Total kunjungan wisatawan ke Bandung Barat selama Mei 2026 mencapai 83.014 orang. Angka tertinggi dalam satu hari mencapai 23.219 wisatawan,” ujar Asep, Sabtu.

Menurutnya, dominasi kawasan utara sebagai tujuan wisata masih belum tergeser. Beragam destinasi wisata alam, kuliner, dan rekreasi keluarga yang telah memiliki nama besar menjadi faktor utama tingginya minat wisatawan berkunjung ke wilayah tersebut.

“Data menunjukkan konsentrasi kunjungan masih berada di kawasan utara. Ini membuktikan Bandung Barat tetap menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan di Jawa Barat,” katanya.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mulai mengarahkan strategi pengembangan pariwisata agar tidak hanya bertumpu pada kawasan utara. Pemerataan destinasi menjadi fokus utama guna mendorong pertumbuhan ekonomi pariwisata di wilayah barat dan selatan.

Langkah tersebut merupakan bagian dari program pembangunan yang diusung Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, yang menargetkan pengembangan potensi wisata berbasis lokal di seluruh wilayah KBB.

Di wilayah selatan, sejumlah destinasi unggulan mulai diprioritaskan, di antaranya **Curug Malela** di Kecamatan Rongga yang dikenal sebagai salah satu air terjun terbesar di Jawa Barat, serta wisata kuliner terapung di kawasan Waduk Saguling.

Sementara itu, wilayah barat memiliki potensi besar melalui pengembangan kawasan geowisata dan wisata alam seperti Karst Citatah, Stone Garden, Indiana Camp, hingga wisata agrowisata petik buah di Kecamatan Cipatat.

“Pengembangan sudah mulai dilakukan di wilayah selatan melalui Curug Malela, sementara desa-desa wisata di wilayah barat juga terus ditata. Targetnya, pada 2027 pembangunan sektor pariwisata bisa lebih merata dan tidak hanya terpusat di kawasan utara,” jelas Asep.

Selain memperluas pengembangan destinasi, Disparbud Bandung Barat juga menegaskan pentingnya penerapan prinsip Sapta Pesona oleh seluruh pelaku usaha wisata. Aspek keselamatan, keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, dan keramahan dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan serta menjaga kepercayaan wisatawan.

“Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengunjung harus menjadi prioritas utama. Karena itu, implementasi Sapta Pesona wajib diterapkan di seluruh destinasi wisata di Bandung Barat,” tegasnya.

Dengan capaian lebih dari 83 ribu kunjungan dalam satu bulan, Bandung Barat kini menghadapi tantangan untuk menjaga kualitas layanan sekaligus memastikan manfaat ekonomi sektor pariwisata dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat di seluruh wilayah.