Pewarta : Anis
Kota Depok – Tumpukan map di pojok ruangan sering dianggap “sampah kertas”. Tapi bagi Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok, Siti Chaerijah Aurijah, arsip justru jantungnya pemerintahan.
“Arsip sering dipandang sebagai tumpukan dokumen yang memenuhi ruang kerja. Padahal, arsip adalah aset strategis. Dia bukti penyelenggaraan pemerintahan, sumber informasi, sekaligus memori kolektif organisasi yang harus dikelola profesional,” tegas Siti saat membuka Sosialisasi Penyusutan Arsip, Rabu (17/6/2026) di Aula Gedung Perpustakaan Depok.
Kegiatan bertajuk “Penilaian, Penetapan, serta Pemusnahan Arsip dengan Retensi di Bawah 10 Tahun” ini jadi alarm bagi seluruh perangkat daerah. Soalnya volume arsip di Depok terus naik tiap tahun. Kalau nggak disusutkan, kantor bisa berubah jadi gudang kertas.
Siti meluruskan, penyusutan arsip bukan berarti buang dokumen sembarangan , semua ada aturannya lewat Jadwal Retensi Arsip JRA.
“Ada proses penilaian yang akuntabel dan landasan hukum jelas. Jadi bukan main bakar-bakar,” jelasnya di sela kegiatan.
Dengan arsip yang tertib, dampaknya langsung terasa :
1. Ruang kantor jadi lega , dokumen tidak guna disusutkan.
2. Kerja lebih cepat , arsip penting gampang dicari, tidak ketimbun.
3. Pemerintahan akuntabel , setiap kebijakan punya bukti dan jejak yang jelas.
Siti menekankan, beres-beres arsip tidak bisa dilempar ke Diskarpus saja. Semua OPD wajib komit.
“Diperlukan komitmen bersama. Menata arsip aktif-inaktif secara tertib, susutkan sesuai JRA, nilai secara objektif, dan musnahkan sesuai prosedur kalau sudah habis masa retensinya,” ujarnya.
Di era digital sekarang, Diskarpus juga mendorong OPD beralih ke sistem arsip elektronik. Alasannya: pencarian info jadi sekejap, akuntabilitas naik, dan “memori” pemerintah Depok tetap terjaga untuk anak cucu.
“Arsip yang tertib hari ini bukan cuma buat urusan sekarang. Tapi jadi sumber informasi dan bukti pertanggungjawaban bagi generasi mendatang,” tandasnya.
Siti menutup dengan ajakan, Jadikan pengelolaan arsip sebagai budaya kerja berkualitas. Depok mau jadi kota profesional dan modern, harus dimulai dari kerapian arsipnya.

