Pewarta : Agus Lukman
Kabupaten Garut – Pemerintah Kabupaten Garut menyiagakan 90 Unit Mesin Pompa Air sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak musim kemarau yang berpotensi menyebabkan kekeringan Lahan Pertanian. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga pasokan air irigasi sekaligus meminimalkan risiko gagal panen dan kerugian Petani.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengatakan puluhan pompa air tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat yang kini telah didistribusikan ke berbagai kecamatan dan siap digunakan ketika lahan pertanian mulai mengalami kekeringan.
“Kemarin ada bantuan dari pemerintah pusat lebih dari 90 Pompa Air. Pompa – pompa itu sudah kami distribusikan dan disiagakan,” katanya, Senin (30/6/2026).
Menurut Syakur, pemerintah daerah juga menyiapkan anggaran tambahan apabila kebutuhan pompa air di lapangan meningkat seiring intensitas Musim Kemarau.
“Kami masih menunggu laporan dari masing – masing wilayah. Jika jumlah pompa yang tersedia belum mencukupi, pemerintah daerah siap menambah sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Selain sektor pertanian, Pemkab Garut juga mengantisipasi potensi krisis air bersih di permukiman warga. Pemerintah telah menginstruksikan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Garut untuk bersiaga mendistribusikan air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan.
Syakur menyebut kondisi kemarau tahun ini belum seburuk yang diperkirakan sebelumnya karena sejumlah wilayah masih mendapatkan pasokan air. Meski demikian, pemerintah memilih memperkuat langkah mitigasi sejak dini agar dampak kekeringan terhadap sektor pertanian dan kebutuhan masyarakat dapat ditekan semaksimal mungkin.













