Pewarta : Ida
Kota Bandung – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat akan mengevaluasi operasional angkutan kota (angkot) yang dinilai sudah tidak layak jalan, khususnya angkutan antar kabupaten dan antar kota dengan armada tua yang tidak lagi memenuhi standar pelayanan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, peremajaan angkot tidak hanya berfokus pada penggantian armada, tetapi juga memperbaiki tata kelola dengan mendorong sopir menjadi pemilik kendaraan melalui skema pembiayaan tanpa uang muka (DP). Pemprov Jabar juga berencana mengutamakan penggunaan Angkot Berbasis Kendaraan Listrik (EV).
“Kita ingin sopir menjadi pemilik kendaraan. Pemerintah sedang menyiapkan skema pembiayaan tanpa DP agar kesejahteraan mereka meningkat,” ujar Dedi Mulyadi di Kota Bandung, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan transportasi massal juga harus didukung peningkatan infrastruktur perkotaan, seperti trotoar yang layak, penerangan jalan, kebersihan, dan sistem keamanan, serta perubahan budaya masyarakat dalam menggunakan transportasi publik.
Selain itu, Dedi memastikan Bandara Husein Sastranegara akan kembali melayani penerbangan domestik mulai Agustus 2026, dengan rencana pengembangan rute internasional. Sementara itu, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati tetap difokuskan sebagai pusat penerbangan haji dan umrah.

