Ragam

Brigjen Said Latuconsina : Benteng Pertama Karhutla Ada Pada Kesadaran Masyarakat

adminsigiku.com
×

Brigjen Said Latuconsina : Benteng Pertama Karhutla Ada Pada Kesadaran Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Anis

Balikpapan – Tim Penyuluhan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI yang dipimpin Brigjen TNI (Mar) Said Latuconsina turun langsung ke Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla dari tingkat paling awal.

Kegiatan diawali dengan audiensi bersama Wali Kota Balikpapan, Dr. H. Rahmad Mas’ud, S.E., M.E., di Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan.

Brigjen Said mengatakan, kehadiran Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat dan pimpinan TNI terhadap upaya pencegahan karhutla di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Timur.

“Kehadiran tim penyuluhan karhutla Mabes TNI ini merupakan wujud perhatian penuh pemerintah pusat dan pimpinan TNI dalam mencegah karhutla di wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Timur,” ujar Brigjen Said.

Menurutnya, penanganan karhutla tidak boleh hanya berorientasi pada pemadaman ketika api sudah membesar. Upaya pencegahan harus dilakukan sejak dari hulu dengan melibatkan seluruh unsur, mulai dari TNI, pemerintah daerah hingga masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Balikpapan beserta jajaran yang selama ini selalu bersinergi dengan semua stakeholder, termasuk TNI, dalam mencegah dan memadamkan api akibat karhutla,” katanya.

Penyuluhan Menyasar Masyarakat hingga Aparat di Tingkat Kelurahan

Setelah audiensi, Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI bergerak ke Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur.

Penyuluhan yang digelar di aula kelurahan tersebut menyasar berbagai unsur masyarakat dan aparat, di antaranya petani, pekebun, ketua RT, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Ketua KATANA.

Materi yang disampaikan meliputi faktor-faktor pemicu karhutla, tata cara pengelolaan lahan yang aman, hingga langkah penanganan awal apabila ditemukan potensi kebakaran.

Edukasi kemudian dilanjutkan ke Kecamatan Balikpapan Tengah, tepatnya di wilayah Gunung Sari Ilir dan Gunung Sari Ulu. Sasaran penyuluhan diperluas dengan melibatkan para lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Babinpotdirga, Linmas, LPM, LKM, serta masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan untuk membangun jejaring kesiapsiagaan hingga tingkat paling bawah. Dengan deteksi dan pelaporan yang dilakukan sedini mungkin, potensi kebakaran diharapkan dapat segera ditangani sebelum api meluas.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengapresiasi kehadiran Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI. Menurutnya, edukasi langsung kepada masyarakat sangat membantu pemerintah daerah dalam memperkuat upaya pencegahan karhutla.

“Ini sangat membantu pemerintah daerah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujar Rahmad.

Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI penting agar pencegahan karhutla tidak hanya dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi menjadi bagian dari kesadaran masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Brigjen Said menegaskan bahwa keberhasilan penanganan karhutla tidak semata-mata diukur dari kecepatan memadamkan api, melainkan dari kemampuan seluruh pihak mencegah kebakaran sejak awal.

“Benteng pertama karhutla bukan berada di ujung selang pemadam, melainkan di hulu—pada kesadaran masyarakat, kesiapsiagaan aparat, dan sinergi semua pihak,” tegasnya.