Pewarta : Arief
Kabupaten Cianjur – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dipastikan belum dapat direalisasikan pada 2026. Pemerintah Kabupaten Cianjur masih terkendala ketersediaan lahan yang memenuhi persyaratan pembangunan sekolah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur Ruhli Solehudin mengatakan, Sekolah Rakyat di Cianjur direncanakan dibangun dari nol sehingga membutuhkan lahan yang memadai sekaligus sarana dan prasarana penunjang.
“Kami masih menunggu keputusan lanjutan dari pusat terkait Sekolah Rakyat di Kabupaten Cianjur, di mana program tersebut membutuhkan lahan dengan luas minimal sekitar 10 hektare,” kata Ruhli di Cianjur, Kamis.
Menurutnya, pemerintah pusat mengalokasikan pembangunan Sekolah Rakyat pada lahan yang telah siap bangun. Sementara itu, Pemkab Cianjur hingga kini belum memiliki lahan yang dinilai memenuhi persyaratan untuk pembangunan sarana dan prasarana sekolah tersebut.
Kondisi tersebut membuat pembangunan Sekolah Rakyat di Cianjur belum dapat dimulai sepanjang 2026. Pemkab Cianjur masih menunggu arahan dan keputusan lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait kelanjutan program tersebut.
SNT Jadi Program Pendidikan yang Berjalan
Meski Sekolah Rakyat belum terealisasi, Ruhli memastikan program strategis nasional di bidang pendidikan lainnya telah berjalan di Cianjur, yakni Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
Program tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui SNT yang diterapkan di 17 kabupaten/kota di Indonesia, termasuk Kabupaten Cianjur.
Untuk mendukung pelaksanaannya, Pemkab Cianjur menggunakan pola konsolidasi dengan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian atau Balai Vedca di Kecamatan Karangtengah.
“Kami menggunakan pola konsolidasi dengan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian atau Balai Vedca di Kecamatan Karangtengah guna melengkapi sarana dan prasarana yang telah tersedia,” ujarnya.
Kegiatan belajar mengajar SNT dipusatkan di fasilitas Vedca. Sejumlah ruang kelas telah disiapkan untuk mendukung proses pembelajaran.
Untuk jenjang SMP, tersedia dua rombongan belajar dengan total 40 siswa. Sementara jenjang SMA juga memiliki dua rombongan belajar dengan kapasitas 40 siswa.
Ruhli menegaskan, keberadaan SNT menjadi salah satu program pendidikan nasional yang sudah berjalan di Kabupaten Cianjur.
“Salah satu yang berjalan di Kabupaten Cianjur yaitu Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang dilaksanakan di Raped. Itu sudah berjalan,” katanya.
Dengan demikian, meski pembangunan Sekolah Rakyat masih tertahan persoalan lahan, Pemkab Cianjur tetap menjalankan program peningkatan mutu pendidikan melalui skema SNT yang telah tersedia dan dapat segera dimanfaatkan.











