Ragam

Cianjur Masuki Musim Hujan, BPBD Siagakan Relawan di 360 Desa Antisipasi Bencana

adminsigiku.com
×

Cianjur Masuki Musim Hujan, BPBD Siagakan Relawan di 360 Desa Antisipasi Bencana

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Arief

Kabupaten Cianjur – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi menjelang musim hujan. Pengawasan diperketat di sejumlah wilayah rawan banjir dan tanah longsor, sementara ratusan relawan disiagakan di 360 desa dan kecamatan.

Langkah antisipasi tersebut dilakukan menyusul mulai meningkatnya intensitas hujan di sejumlah wilayah Cianjur, khususnya kawasan utara. Bahkan, luapan sungai di Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, dilaporkan telah merendam belasan rumah warga. Dua rumah di antaranya mengalami kerusakan berat sehingga penghuninya terpaksa mengungsi sementara.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Iwan Karyadi, mengatakan peningkatan curah hujan perlu diwaspadai karena berpotensi memicu banjir dan tanah longsor, terutama di kawasan yang memiliki sungai serta tebing rawan pergerakan tanah.

“Meski belum merata, curah hujan di wilayah utara Cianjur, seperti Cugenang, Pacet, Cipanas, dan Sukaresmi, sudah mulai tinggi dengan intensitas lebih dari satu jam. Kondisi ini dapat memicu terjadinya bencana alam,” kata Iwan, Minggu (1/11/2026).

Menurutnya, sebagian besar wilayah Kabupaten Cianjur masuk kategori rawan bencana, mulai dari kawasan utara hingga selatan. Karena itu, kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

BPBD meminta warga rutin membersihkan saluran drainase dan sungai dari tumpukan sampah yang berpotensi menghambat aliran air. Upaya tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko luapan sungai dan genangan yang dapat merendam permukiman.

Selain pengawasan, ratusan relawan yang tersebar di 360 desa dan kecamatan telah disiagakan untuk memantau kondisi wilayah, menyampaikan laporan, serta melakukan penanganan awal ketika terjadi bencana. Relawan juga dipersiapkan membantu proses evakuasi apabila ditemukan tanda-tanda alam yang mengarah pada potensi bencana.

Iwan turut meminta pemerintah kecamatan dan desa menggerakkan masyarakat untuk melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan secara rutin setiap pekan.

“Kami siagakan seluruh relawan yang ada, termasuk untuk membantu masyarakat membersihkan saluran air dan sungai dari sampah. Dengan begitu, saat hujan turun, aliran air tidak terhambat hingga menyebabkan banjir di permukiman,” ujarnya.

Untuk mempercepat penanganan darurat, BPBD juga menyiagakan petugas dan alat berat di sejumlah titik rawan bencana. Kesiapan tersebut diharapkan dapat mempercepat respons apabila terjadi banjir, longsor, maupun kejadian bencana lainnya.

BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana agar meningkatkan kewaspadaan, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengenali tanda-tanda alam sebelum bencana terjadi. Kewaspadaan dini dan respons cepat dinilai menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian material.