Peristiwa

Menjaga Kelestarian Wilayah Hutan Gunung Wilis Via Candi Penampihan Geger Sendang Tulungagung

adminsigiku.com
×

Menjaga Kelestarian Wilayah Hutan Gunung Wilis Via Candi Penampihan Geger Sendang Tulungagung

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Ok

Koran SINAR PAGI, Kab. Tulungagung,- Sumpah Pemuda di Hutan Lindung Gunung Wlis Via Candi Penampihan Tulungagung (28/10/ 2022)

Bersama Perwakilan Warga Desa Geger, Mahasiswa UNITA Dan Perhutani saling apresiasi Reboisasi Hutan dengan semangat Gotong Royong.

Warga Desa Geger Juga ajarkan kepada mahasiswa sewaktu tanam pohon bersama agar kedepan pohon yang ditanam bisa subur.

System Acir itu sangat penting untuk memberikan tanda pada pohon yang ditanam setiap acirnya nnti juga diberi nomer seri agar mudah untuk mengontrol pohon yang ditanam.

Sunar Selaku Rukun Warga juga menyampaikan “Yang terpenting dapat mengembalikan fungsi hutan sebagai mana mestinya sehingga nanti ada cerita yang kita ukir untuk generasi muda peduli hutan yang siap menjaga dan melestarikan kedepan” Ujarnya.

Begitupula Hariyanto saat menanam mempunyai Harapan “Dengan adanya penanaman pohon di area hutan lindung gunung Wilis bisa memberikan manfaat untuk kita semua dan juga sebagai warisan kepada anak cucu , yang nantinya bisa meningkatkan, tarap hidup kita semua Amin”.

Semangat juang perwakilan warga geger telah di apresiasi Polhut Perhutani “Kedepan semoga warga sekitar lereng gunung wilis terutama di hutan lindung bisa menjaga, dan kedepan kami pun siap apabila nanti bersama warga membangun pos hutan untuk bisa mengontrol hutan yang telah di reboisasi” Ujarnya Suraji Selaku Polhut Perhutani.

“Pernah ada kalimat tertulis menanam satu pohon menyelamatkan ribuan makhluk hidup itu memang benar, karena kerapatan tegakan pohon itu bisa melindungi kita dari banjir dan erosi tanah. Hutan juga menyediakan air yang sangat esensial bagi hidup manusia dan menumbuhkan tanaman-tanaman pangan kita, juga menyediakan sumber-sumber tanaman obat yang sangat berharga. Hutan adalah rumah bagi keanekaragaman hayati, flora dan fauna, serta sumber makanan dan penopang ekonomi bagi masyarakat setempat. Lebih dari itu, bagi kita bangsa Indonesia, hutan-hutan kita dan keanekaragaman hayati serta budaya bersumber daripadanya, yang terhampar dari Sabang sampai Merauke merupakan anugerah Tuhan dan identitas terkuat bangsa ini. Jadi harapan kedepan masyarakat harus mempunyai kesadaran dalam menjaga kelestarian hutan” Ujarnya Pria Gondrong yang akrab biasa dipanggil Mbah Waseno.