Pewarta: RM Reza B
Koran SINAR PAGI, Jakarta Timur,- Rendi Bandar obat keras golongan G jenis Tramadol dan Eximer merasa kebal hukum saat tokonya dikonfirmasi oleh awak media di Jl.Masjid Al-Wustho No.9, RT.009/RW.007, Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Jln. Tanjung Duren Raya, Tanah Abang, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Moni selaku penjaga toko dihadapan awak media mengatakan bahwa dirinya hanya penjaga toko dan pemiliknya adalah Rendi selaku Bos Obat Tramadol dan Eximer
“Saya hanya penjaga toko, kalau mau bicara masalah toko ini langsung dengan Bos Rendi. Nanti saya telepon”, ucap Moni. Minggu (29/9/2024).
Rendi selaku pemilik toko sekaligus Bos bandar obat Tramadol dan Eximer saat dikonfirmasi awak media mengatakan dengan lantang bahwasanya tidak ada rasa takut sedikitpun dengan awak media
“Lu ga kenal gua ya, silahkan tayang beritanya dan bila perlu seperti layangan”, ucap Rendi dengan nada lantang seolah-olah hukum ini miliknya.
Ditempat terpisah Ir.H.Fadilah selaku Ketua Umum TTKKDH mengecam keras adanya toko obat Tramadol dan Eximer
“Dalam waktu dekat kami akan segera melaporkan adanya toko obat yang menjual Tramadol dan Eximer kepada pihak berwajib, kami minta pihak Kepolisian agar menindaklanjuti pengaduan masyarakat secara terbuka di awak media ini”, ujarnya.
Ir.H.Fadilah meminta agar pihak kepolisian segera menutup dan menangkap bandar obat Tramadol dan Eximer yang merusak generasi penerus bangsa
“Berharap dengan adanya kejadian ini, pihak Kepolisian segera melakukan penyegelan dan menangkap Penjaga Toko dan Bos obatnya serta usut tuntas agar relasi jaringan mereka semua terungkap,” ucapnya.
Dengan adanya peristiwa tersebut berharap pihak Kepolisian segera tangkap Bos obat yang bernama Rendi dan mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya.
Sampai berita ini terbit beberapa pihak yang terkait belum dapat dihubungi.













