Pewarta : A Y Saputra
Kabupaten Ciamis – Ajang perdana Ciamis Smart Challenge (CSC) 2025) resmi melahirkan jawara. SMPN 1 Ciamis keluar sebagai pemenang setelah mengumpulkan poin tertinggi, 1.530, mengungguli puluhan sekolah lain yang bersaing ketat di Islamic Center Ciamis, (8/9/2025).
Lima siswa terbaik SMPN 1 Ciamis, yaitu Utari, Faisal, Harris, Nayla, dan Falisha, sukses menampilkan performa impresif di babak final.
Persaingan berlangsung sengit sejak awal. Setelah tiga sesi cerdas cermat, SMPN 1 Ciamis berhasil menutup lomba dengan skor tertinggi 1.530 poin.
Di posisi kedua, SMPN 1 Cisaga mengoleksi 940 poin, disusul SMPN 1 Cikoneng dengan 820 poin. Adapun SMPN 2 Ciamis meraih 660 poin, SMPN 1 Panumbangan 340 poin, dan SMPN 1 Purwadadi dengan 120 poin.
Hasil ini sekaligus menegaskan dominasi SMPN 1 Ciamis sebagai sekolah yang paling siap menghadapi tantangan global dan lokal yang disajikan dalam lomba.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Erwan Darmawan, menegaskan bahwa CSC 2025 bukan sekadar perlombaan.
Menurutnya, kualitas soal dan proses seleksi dijaga ketat untuk memastikan setiap peserta mendapat tantangan yang mendidik.
“Soal tidak hanya dibuat oleh MGMP, tetapi juga diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris. Setelah itu, tim juri melakukan koreksi ulang agar tidak terjadi kesalahan antara soal dengan jawaban,” ucapnya.
Erwan lebih lanjut menambahkan, panitia, menyeleksi guru dan pengawas yang benar-benar menguasai Bahasa Inggris.
“Cara membaca juga kita jaga, jangan sampai malu di depan anak-anak. Maka dipilih yang aktif berbahasa Inggris,” tegasnya.
Dalam soal yang diujikan, panitia menyisipkan unsur budaya Galuh. Langkah ini diambil agar siswa tetap memiliki ikatan dengan identitas lokal meskipun diuji dengan soal berstandar internasional.
“MGMP itu harus saling berdiskusi. Tahun ini mau membuat pelajaran seperti apa, itulah yang kita kontrol melalui kegiatan ini,” kata Erwan.
Dengan begitu, CSC 2025 tidak hanya menjadi ajang adu kepintaran, tetapi juga sarana pemerataan mutu pendidikan sekaligus menjaga kecintaan terhadap budaya daerah.
Agenda Pendidikan Berkelanjutan
Erwan berharap CSC 2025 menjadi program rutin tahunan. Ia menilai manfaat kompetisi ini tak hanya dirasakan oleh peserta, melainkan juga seluruh SMP di Ciamis. Panitia bahkan akan membagikan soal-soal CSC ke sekolah lain sebagai bahan belajar.
“Ini kegiatan pertama di Ciamis. Mudah-mudahan tidak selesai sampai di sini saja. Ke depan kita evaluasi agar lebih matang lagi, dan semoga bisa dijadikan agenda rutin,” pungkasnya.













