Peristiwa

Wakil Wali Kota Sukabumi Lepas 55 Maha Santri Al Fath Bekerja ke Luar Negeri

adminsigiku.com
×

Wakil Wali Kota Sukabumi Lepas 55 Maha Santri Al Fath Bekerja ke Luar Negeri

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Arief

Kota Sukabumi – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menghadiri kegiatan pelepasan 55 orang Maha Santri Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath yang akan diberangkatkan untuk bekerja ke luar negeri, Jum’at (17/4/2026).

Puluhan peserta tersebut akan ditempatkan di sejumlah negara tujuan, di antaranya Turki, Jepang, Mekkah, dan Madinah.

Bobby Maulana menyampaikan apresiasi terhadap program yang digagas Ponpes Modern Dzikir Al Fath. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Sukabumi dalam membuka peluang kerja sekaligus menekan angka pengangguran terbuka.

“Program ini sejalan dengan langkah konkret Pemerintah Kota Sukabumi dalam menekan angka pengangguran terbuka,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemkot Sukabumi saat ini menjalin kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) serta sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Hingga kini, sebanyak 181 orang telah diberangkatkan bekerja ke luar negeri, termasuk peserta dari kalangan pondok pesantren.

Menurutnya, kontribusi Ponpes Modern Dzikir Al Fath cukup signifikan dalam membantu menurunkan angka pengangguran di Kota Sukabumi, yang saat ini berada di kisaran 8,9 persen dan menempati peringkat ketiga tertinggi di Jawa Barat.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Modern Dzikir Al Fath, KH Fajar Laksana, mengungkapkan bahwa dalam satu tahun terakhir pihaknya telah memberangkatkan sekitar 500 tenaga kerja ke berbagai negara. Namun angka tersebut masih jauh dari total kebutuhan pasar kerja yang tersedia.

“Dalam satu tahun ini kita sudah memberangkatkan 500 orang. Padahal job order yang tersedia mencapai 3.500. Artinya, kita masih kekurangan sumber daya manusia untuk memenuhi peluang kerja di luar negeri yang sangat besar,” katanya.

Ia menyebut peluang kerja tersebut tersebar di berbagai negara seperti Jepang, Turki, Mesir, Kuwait, Dubai, serta kawasan Timur Tengah seperti Mekkah dan Madinah. Selain itu, peluang juga terbuka di negara-negara Eropa seperti Albania, Slovakia, Serbia, hingga Selandia Baru.

Menurut KH Fajar, kebutuhan tenaga kerja di kawasan Timur Tengah, khususnya Mekkah dan Madinah, masih sangat tinggi, terutama untuk pelayanan jamaah di Masjidil Haram menjelang musim haji.

“Kebutuhan tenaga kerja di sana sangat besar karena melayani jamaah dari seluruh dunia. Ini peluang yang harus dimanfaatkan,” jelasnya.

Dari sisi pendapatan, ia menyebut gaji yang ditawarkan cukup kompetitif. Untuk Kuwait dan Dubai berkisar Rp.15 juta per bulan, Mekkah dan Madinah sekitar Rp.6 juta ditambah tip, Jepang mencapai Rp.20 juta, sedangkan negara-negara Eropa dan Selandia Baru berkisar Rp.20 juta hingga Rp.50 juta per bulan.

KH Fajar menegaskan bahwa persoalan utama saat ini bukan minimnya lowongan pekerjaan, melainkan keterbatasan tenaga kerja yang siap dan memenuhi kualifikasi.

“Masalahnya bukan job order, tapi SDM. Peluang kerja formal dengan gaji tinggi justru banyak di luar negeri,” tegasnya.

Sebagai solusi, Ponpes Dzikir Al Fath membuka program pelatihan gratis bagi calon pekerja migran dengan konsep santri sambil bekerja. Peserta diwajibkan mengikuti pendidikan di pesantren sebelum diberangkatkan.

“Kita siapkan semuanya gratis, mulai dari makan, tempat tinggal, hingga pelatihan. Setelah siap, baru kita berangkatkan,” ungkapnya.

Selain itu, peserta juga akan menjalani masa magang di negara tujuan, seperti di Turki selama tujuh bulan dan di Mesir selama satu tahun, guna membentuk kesiapan mental serta etos kerja.

“Yang terpenting adalah kemauan. Selama mau dididik, memiliki akhlak baik, dan siap mengikuti aturan pesantren, peluang kerja ini terbuka lebar,” pungkasnya.