OPINI/Artikel

Go Generasi Muda Dalam Ekonomi Digital

adminsigiku.com
×

Go Generasi Muda Dalam Ekonomi Digital

Sebarkan artikel ini

Oleh Rida salsbilla (Ibu Rumah Tangga)

Generasi Muda di Kabupaten Bandung diimbau mampu mengoptimalisasikan transformasi ekonomi berbasis digital. Pasalnya, peran generasi muda menjadi unsur lokomotif perubahan atau agent of change.

Bahkan, pemanfaatan digitalisasi ini juga dimanfaatkan pemerintah, tidak terkecuali Pemerintah Kabupaten Bandung. Di Kabupaten Bandung, pemanfaatan digitalisasi ini digunakan di beberapa sektor, di antaranya pertanian, edutech, dan telemedicine.

Sepertinya tidak ada pilihan lain bagi kita selain menerima dan beradaptasi terhadap perubahan dan transformasi digital yang terjadi di masyarakat di desa. Ekonomi Indonesia dan dunia tentunya akan diwarnai oleh inovasi di sektor digital ekonomi. Dan tentunya digital ekonomi ini diharapkan bisa mempercepat pemulihan perekonomian secara nasional,” kata Kepala DLH Kabupaten Bandung Asep Kusumah, Kamis (23/11/2023).

Digitalisasi juga mendorong pekerjaan yang inklusif, termasuk bagi pekerja informal dan memperluas jangkauan pelatihan. Asep Kusuma juga menambahkan, digitalisasi juga mendorong kesetaraan terhadap sumber-sumber ekonomi yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Setiap upaya harus dilakukan untuk mendongkrak perekonomian dikarenkn. Persaingan yang kian kuat dengan kemajuan technologi,dimana semua aspek usaha didominasi dengan digital.

Tidak hanya itu,dalam hidup yang serba sulit serta keterbatasan modal,pemerintah haruslah lebih peka terkait permasalahan yang dihadapi, ketidaksiapan sumber daya manusia akan technologipun butuh upaya serius dalam mewujudkan keberhasilan ekonomi.

Dan hidup sejahtera dengan terpenuhinya seluruh kebutuhan merupakan dambaan setiap orang. Begitu pun kalangan remaja, kesejahteraan adalah hal yang mereka rindukan. Namun, pada hari ini, kesejahteraan seolah berada di puncak nun jauh di sana. Setiap orang harus berjuang sendiri, banting tulang agar dapat meraihnya. Tidak terkecuali kaum muda, mereka pun harus berjibaku dan berdaya secara ekonomi agar sampai pada level milenials sejahtera,ditengah luapan lulusan sma smk dan sarjana muda.

Berbeda situasinya ketika Islam diterapkan dalam institusi negara. Yang bertanggung jawab mengurusi urusan rakyat, termasuk pemenuhan kebutuhan hidup mereka, hingga mencapai derajat sejahtera adalah hukum Allah diterapkan. Para pemimpin mengamalkan hadis Nabi saw., “Imam (kepala negara) itu laksana penggembala dan dia bertanggung jawab terhadap (urusan) rakyatnya.” (HR Bukhari).

Islam dalam bentangan sejarah telah menoreh kegemilangannya, Maka siapa saja yang mengharap kesejahteraan selain dalam islam,tidaklah ditemukan.
Segeralah islam disempurnakan tidak dalam tataran ibadah individu tapi dalam seluruh aspek kehidupan.