Pewarta : Herlina SC
Kab. Bandung Barat – Angka stunting di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang mencapai 38 persen menjadi perhatian serius. Pemerintah Provinsi Jawa Barat merespons kondisi tersebut dengan menyalurkan bantuan protein hewani kepada keluarga sasaran sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting.
Penyaluran bantuan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat itu berlangsung di Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Senin (2/11/2026). Setiap keluarga penerima manfaat memperoleh tiga kilogram daging ayam, dua liter susu, dan dua kilogram telur.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PKS Komisi II, Sri Dewi Anggraini, mengatakan tingginya angka stunting di KBB membutuhkan penanganan serius dan terintegrasi. Menurutnya, intervensi pemenuhan gizi tidak boleh berhenti pada pembagian bantuan pangan, tetapi harus disertai program pendampingan kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan.
“Penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan satu program. Harus ada upaya berkelanjutan, mulai dari penguatan pelayanan posyandu, pemantauan kesehatan ibu sejak masa kehamilan, hingga pendampingan pemenuhan gizi ibu dan anak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program bantuan protein hewani tersebut menyasar keluarga di 10 desa yang tersebar di sejumlah kecamatan di KBB. Penentuan penerima dilakukan berdasarkan pendataan posyandu dan kondisi kesejahteraan masyarakat, dengan prioritas kelompok desil 1 hingga 4.
Sri Dewi menegaskan, pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan. Kecukupan nutrisi ibu, pemantauan kesehatan, serta pola pengasuhan menjadi faktor penting dalam mencegah gangguan pertumbuhan anak.
Sementara itu, Camat Parongpong, Agus Ganjar Hidayat, mengungkapkan wilayahnya memperoleh alokasi bantuan untuk dua desa, yakni Cihideung dan Cihanjuang. Masing – masing desa mendapatkan 150 paket untuk keluarga penerima manfaat.
Ia mengapresiasi dukungan Pemprov Jabar dan DPRD Jabar dalam membantu pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki bayi dan balita.
“Program ini sangat berarti bagi keluarga yang memiliki bayi dan balita karena dapat membantu memenuhi kebutuhan protein hewani untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak,” katanya.
Meski demikian, Agus mengingatkan bahwa pemberian bantuan pangan bukan satu-satunya solusi untuk menekan angka stunting. Perubahan perilaku masyarakat, kesadaran menjaga kesehatan, pola asuh yang tepat, serta pemenuhan gizi anak harus berjalan beriringan.
Ia berharap intervensi pemerintah tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap perbaikan gizi keluarga sasaran sekaligus mempercepat penurunan stunting di Kecamatan Parongpong dan Kabupaten Bandung Barat.
Catatan redaksi: Angka stunting 38 persen dalam berita ini merujuk pada data yang disampaikan narasumber Sri Dewi Anggraini. Perlu dipastikan kembali tahun dan sumber data agar tidak menimbulkan perbedaan dengan data resmi pemerintah.













